Tampilkan postingan dengan label Famiglia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Famiglia. Tampilkan semua postingan
0 komentar

Who says our parents always less-known-about-everything than us?

My father didn't.


I don't need to explain what does MIT stand for and he is the one who tell me in which state Harvard is located.
I am more clueless -,-

Back to the old days when I still at home, my father could answer everything I ask to him.
Politics, economy, everything!
He used to read more than 3 newspapers each day, until now.

If only he able to continue study in West Java at that time.
If only my grand father didn't die when my father still at young age.
If only.
I do believe my father could achieve moooore than he had now.

Oh well, I MISS YOUUUUUU.
Just thinking about you always makes me cry because I miss you soooo badly.
See you soon, Atah! :)

0 komentar

what is it?

There are times when you really want to never have siblings.

When you think.
Do they really love you as you thought?
Do they really care?
Or do they always put your name in their prayer as you always did?

When you really curious.
If they are given a choice, would you be their first? More than their lovers?

Then, you start doubting yourself..

Yeah, these feelings can come anytime.
Like. Right now.



0 komentar

June 5th, 2010

HAPPY 52th BIRTHDAY
ATAH!
I always pray for you :)




Terimakasih!


0 komentar

Langka


Jadi ceritanya,
saya juga bisa kangen ternyata.
Kenapa cuma kalo jauh tapi kalo dekat ngga? hahaha :D

And, my parents of course.
Too bad I dont have a picture of them in one frame :(

I always pray for you all
May Allah SWT always protects us
See you in June! :D

0 komentar

Selamat hari Ibu untuk Ibu saya


Maaf, karena saya bukan anak yang gampang mengumbar kata – kata dan perasaan sayang kepada orang lain, bahkan kepada ibu saya sendiri. Saya tidak pernah mengatakan ‘I Love you’ atau ‘ Saya sayang ibu’ atau sekedar kata-kata yang menggambarkan kalau saya kangen pada ibu saya. Dan pada hari ibu kemarin saya hanya bisa menulis kata – kata sekedarnya.
"Selamat hari Ibu, Ibu. Terima kasih uda jadi ibu yang paling mantap buat kami. Dan semoga selalu dalam lindungan Allah SWT." Dan hanya melalui sebuah sms.

Tapi, saya yakin bahwa ibu saya mengetahui kalau perasaan sayang saya padanya melebihi pulsa sekali sms dari im3 ke simpati.

Saya ingin mengucapkan terima kasih dan maaf kepada ibu saya.

Terima kasih sudah mengandung dan melahirkan saya, bersedia mempertaruhkan nyawa tanpa bayaran.

Terima kasih sudah rela merawat dan membesarkan saya hingga sekarang, meski sering kali balasannya hanya kata ‘Ah’ keluar dari mulut saya yang tidak tahu terima kasih

Terima kasih sudah bersedia selalu membangunkan saya di pagi hari, menyediakan sarapan ( roti dan teh manis) setiap hari, semenjak hari pertama saya TK hingga hari terakhir saya mengenakan seragam SMA

Terima kasih selalu menyediakan bekal makanan saya ke sekolah ( hingga di penghujung SMA, dimana teman – teman yang lain menyediakan semua untuk dirinya sendiri, dan terkagum – kagum dengan yang dilakukan ibu saya), bahkan hingga memastikan bahwa bekal makanan itu masuk ke dalam tas ransel saya dengan baik.

Terima kasih karena selalu menginginkan yang terbaik untuk saya dan selalu berusaha memenuhi apapun yang saya inginkan.

Terima kasih untuk kasih sayang yang diberikan pada saya, mengalir setiap detiknya, yang saya tahu tidak akan pernah sanggup saya balas sepenuhnya sampai kapanpun.

Terima kasih untuk selalu mengingat saya di setiap doa ibu.

Terima kasih untuk tidak lelahnya menanyakan kabar saya setiap hari, menanyakan apakah saya sudah makan atau belum, mengingatkan saya untuk selalu shalat tepat waktu, meski sekarang saya sudah berada beribu – ribu kilometer jauhnya dari ibu.

Maaf, karena saya masih teramat sangat jauh dari criteria anak yang mungkin diharapkan oleh ibu.

Maaf, karena selalu membantah, melawan dan tidak mendengarkan apa yang telah Ibu katakan kepada saya, secara sengaja ataupun tidak.

Maaf, saya belum bisa jadi anak perempuan’ sesungguhnya’, menjadi feminin seperti yang ibu harapkan ( haha ibu saya mengetahui hal ini dengan pasti kalau saya terlalu banyak terkena pengaruh abang-abang saya :3 )

Masih terlalu banyak terima kasih dan maaf yang tidak dapat saya ungkapkan disini, Ibu. Karena terlalu banyak pula jasa dari Ibu dan dosa dari saya kepda Ibu.

Saya hanya ingin mengatakan:

Terima kasih karena telah bersedia menjadi ibu saya dan abang-abang saya, Ibu.
Sekarang saya sedang berusaha disini, berusaha hingga kelak akan membuat Ibu dan Ayah bangga terhadap saya :)

Selamat hari Ibu, Ibu*!

*Mungkin satu – satunya ibu di dunia ini yang pernah berkata ketika melihat sesuatu yang berhubungan dengan Inter Milan : Oh, itu musuh anak saya! haha ;)


AHEE !
itu saya dan ibu saya :)


 **pertama kalinya aku buat sesuatu yg serius ya? hahaha bisa juga ternyata :D





Diberdayakan oleh Blogger.