0 komentar

when you need to find a peace

I just got back from Gramedia. Alone.

I can't handle my own life lately.
Everything seems to be in rush and I don't put my best effort.
I need to put my mind in peace.

That's why I went there.
My heaven on earth, Bookstore.

ps. sekarang gramed sudirman makin bagus aja ye, pake karpet segala kaya di mesjid.

0 komentar

words that I should avoid

Seumur-seumur saya ngga pernah mengumpat pake kata 'f**k'.

Bukan. Bukan sok alim atau rendah diri tinggi mutu.
Ngumpat itu menurut saya bikin kecanduan.
Sekali saya nyebutin, pasti saya keterusan dan berulang-ulang nyebut kata itu lagi.
Maka saya mutusin ga ngucapin kata itu, selain karena alasan kemampuan inggris saya kalo ngomong malu-maluin jadi bakal lebih malu-maluin lagi kalo jago make englishnya cuma pas ngumpat.

Saya sendiri juaranya kalo soal ngumpat.
Masa-masa paling jahiliyah dalam hidup saya itu ya waktu sekolah, sekitaran SMA.
Bagi saya saat itu, ngumpat adalah hal biasa. Ya selow aja gitu mau ngomong apa, toh selewat juga hilang terus lupa deh.
Tapi sejahiliyah-jahiliyahnya umpatan saya dulu, saya tetap bukan pecinta binatang.
Saya adiknya Irwansyah, jadinya saya pecinta pria. Halah.
Penduduk kebun binatang yang sering saya panggil-panggil cuma sebatas boots temennya dora atau kambing jantan ;)

Sekalinya saya pernah nyebut 'gae' (korean word for dog), itu waktu kelas 2 SMP.
Saya masih ingat detail ceritanya sampai sekarang kenapa saya sampai bisa nyebutin kata itu.
Dan sampai sekarang pula saya masih menyesal kalo ingat kejadiannya.


Berlebihan? Ngga juga sih.
Saya kan udah bilang, bagi saya ngucapin sebuah kata umpatan itu 'candu'.
Maka dari dulu saya mati-matian menahan mulut untuk tidak pernah mengumpat dengan sebutan hewan-hewan yang lucu itu.


Kalo saya mau cari kambing hitam dari kejahiliyahan mulut saya jaman sekolah dulu, maka dengan gampang saya bakal nunjuk abang-abang saya. Bahahaha!
See, you know how bad my attitude is ;)

Jelas tidak. Tidak ada satu orang pun yang bertanggung jawab soal ini selain diri saya sendiri. Mulut-mulut saya, ya harusnya saya sendiri yang harus menjaga!
Gila, kurang wise apa saya coba? *tenang ini hanya kamuflase*

Well, bukan berarti daritadi saya melulu ngomong 'masa jahiliyah pas sma' jadi sekarang saya udah terbebas dari masa itu.
Belum! Benar-benar belum. Masih jauh.

Tapi setidaknya sekarang memang ada perubahan.
Kalau dulu abis ngomong terus saya selow aja kaya ga ada kejadian, sekarang udah 'agak' berubah.
Biasanya saya udah langsung nyadar dan mengurung diri di kamar dua hari dua malam ngga makan sebagai bentuk rasa penyesalan. Yah walopun tetap aja judulnya uda telat -_-.

Sekarang, saya lagi berusaha mati-matian (ga segitunya juga sih.....) nyari kata-kata yang acceptable kalo pengen ngumpat. Sampai saat ini masih sekitar 'sampah' atau 'gembel'....................

Ada ide yang lebih sopan?


Balik ke bahasan yang paling awal dari tulisan ini tadi, 'seingat' saya, saya memang ga pernah sekalipun nyebutin kata itu sebelumnya.
Tapi barusan, tanpa sengaja saya menginjak sebiji isi staples dan dengan santainya dia meluncur masuk ke dalam kulit telapak kaki saya.
Dan di tengah kehebohan teriak-teriak karena kesakitan itu. lalu mulut saya tanpa permisi langsung mengucap, f***...................

Dan terbengonglah saya sendirian. Lalu buru-buru lari ke laptop untuk mengetik postingan ini.
(Plis plis bayangin muka saya yang imut ini lagi bengong, duduk di tempat tidur dengan mulut menganga).
Sekian.

Some people think use that kind of curse words will make them look cool.
But, you know what? You'll just end up make yourself look pathetic.

“Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)






0 komentar

for a girl who started to be an ambitious

One step at a time, Please.

You have too much focus.
You'll kill yourself. Soon.

Sincerely, your soul who doesn't want to die young. yet.



0 komentar

what is it?

There are times when you really want to never have siblings.

When you think.
Do they really love you as you thought?
Do they really care?
Or do they always put your name in their prayer as you always did?

When you really curious.
If they are given a choice, would you be their first? More than their lovers?

Then, you start doubting yourself..

Yeah, these feelings can come anytime.
Like. Right now.



0 komentar

August 18, 2011

20!
:D :D :D

0 komentar

...

I shouted over my mom and rejected the call first.
I guess I'm on my own way to hell now.



Sorry, Mom.






0 komentar

00.50 AM

I just feel like writing a post tonight. Or is it morning, already?

Suddenly I feel bad.
I'm not doing anything right in my life yet.
I pray always in the last time. I always in rushed. Just think it as a duty.  Not a time to talk to God. The time for me to thank Him about everything. Thank Him for the live He gave me. For all the chances  for all the blessed..
For every seconds He gave me and my family..
I lost the essence from praying itself. I made it lost.

I never take my studies seriously.
I do everything in the last minute.
The exam, the quiz, the material. All of them.
I lack in everything.

I'm not trying my best to make my parents and brothers proud of me.
For their happiness.

You're here. You're near.
Please, forgive me. And help me to be a better person.


We created man and We know what his own self whispers to him. We are nearer to him than his jugular vein. (Surah Qaf: 16)

Diberdayakan oleh Blogger.